Tugas II Studi Kawasan Asia Tenggara

Standard

INDONESIA MENUJU MDG’s 2015

Indonesia adalah Negara kepulauan yang punya banyak sumber daya alam dan manusia. Selain itu Indonesia disebut sebagai Negara konsumsi terbesar di dunia dikarenakan sifat konsumsif dan jumlah penduduk yang besar. Indonesia ditahun 2013 ini telah bersiap-siap menyambut tahun 2015. Dimana pada tahun ini akan diadakan evaluasi MDG’s (Millenium Development Goals).

MDG’s ini dibentuk dan digagas oleh PBB, pada bulan September 2000. Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan 189 negara lain mengikuti Pertemuan Puncak Millenium di New York dan menandatangani Deklarasi Milenium. Keikutsertaan ini dengan pertimbangan bahwa tujuan dan sasaran MDG’s sejalan dengan tujuan dan sasaran pembangunan Indonesia.

MDG’s terdiri dari 8 buah pencapaian yang ditargetkan akan dievaluasi pada tahun 2015. Tujuan-tujuannya antara lain :

  1. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan,
  2. Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua,
  3. Mendorong Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Perempuan,
  4. Menurunkan Angka Kematian Anak,
  5. Meningkatkan Kesehatan Ibu,
  6. Memerangi HIV/AIDs, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya,
  7. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup, dan
  8. Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan.

 

TUJUAN DAN TARGET MDG’s DI TAHUN 2015 [1]

Tujuan dan Target

Indikator untuk monitoring

Tujuan 1. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan
Target 1. Menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk dengan tingkat pendapatan kurang dari USD 1,00 (PPP) per hari dalam kurun waktu 1990-2015.
Target 2. Menciptakan kesempatan kerja penuh dan produkif dan pekerjaan yang layak untuk semua, termasuk perempuan dan kaum muda
Target 3. Menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk yang menderita kelaparan dalam kurun waktu 1990-2015.
Tujuan 2. Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua
Target : Menjamin pada 2015 semua anak, laki-laki maupun perempuan dimanapun dapat menyelesaikan pendidikan dasar
Tujuan 3. Mendorong Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Perempuan
Target : Menghilangkan ketimpangan gender ditingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005, dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015
Tujuan 4. Menurunkan Angka Kematian Anak
Target : Menurunkan Angka Kematian Balita (AKBA) hingga dua-pertiga dalam kurun waktu 1990-2015
Tujuan 5. Meningkatkan Kesehatan Ibu
Target 1. Menurunkan Angka Kematian Ibu hingga tiga-perempat

dalam kurun waktu 1990 – 2015

Target 2. Mewujudkan akses kesehatan reproduksi bagi semua

pada tahun 2015

Tujuan 6. Memerangi HIV/AIDs, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya
Target 1. Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru HIV/AIDS hingga tahun 2015
Target 2. Mewujudkan akses terhadap pengobatan HIV/AIDS bagi semua yang membutuhkan sampai dengan tahun 2010
Target 3. Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru Malaria dan penyakit utama lainnya hingga tahun 2015
Tujuan 7. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup
Target 1. Memadukan prinsip-prinsip pembangunan yang berkesinambungan dengan kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumberdaya lingkungan yang hilang
Target 2. Mengurangi laju kehilangan keragaman hayati, dan mencapai pengurangan yang signifi kan pada 2010
Target 3. Menurunkan hingga separuhnya proporsi penduduk tanpa akses terhadap air minum layak dan sanitasi layak pada 2015
Target 4. Mencapai peningkatan yang signifi kan dalam kehidupan penduduk miskin di permukiman kumuh pada tahun 2020
Tujuan 8. Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan
Target 1. Mengembangkan sistem keuangan dan perdagangan yang terbuka, berbasis peraturan, dapat diprediksi, dan tidak diskriminatif
Target 2. Menangani utang negara berkembang melalui upaya nasional maupun internasional untuk dapat mengelola utang dalam jangka panjang
Target 3. Bekerjasama dengan swasta dalam memanfaatkan teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi

 

MDGs dijadikan acuan penting dalam penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 dan 2010-2014, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahunan, dan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)[2].

Untuk mengawasi perkembangan program MDG’s, maka setiap tahun Indonesia mengeluarkan laporan yang berisi program-program yang dicapai atau menunjukkan perkembangan. Laporan yang dikeluarkan oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) yang paling terbaru adalah laporan MDG’s 2011.

Capaian tujuan MDGs dapat dikelompokkan menjadi tiga. Pertama, tujuan yang telah berhasil dicapai. Kedua, tujuan yang menunjukkan kemajuan bermakna dan diharapkan dapat dicapai pada atau sebelum tahun 2015. Ketiga, tujuan yang masih memerlukan upaya keras untuk mencapainya.

Tujuan-tujuan MDGs yang telah tercapai adalah:

  1. MDG 1, yaitu proporsi penduduk dengan pendapatan kurang dari USD 1,00 (PPP) per kapita perhari.
  2. MDG 3, yaitu rasio APM perempuan terhadap laki-laki SMA/MA/Paket C dan rasio angka melek huruf perempuan terhadap laki-laki umur 15-24 tahun.
  3. MDG 6, yaitu pengendalian penyebaran dan penurunan jumlah kasus baru tuberkulosis (TB). Pencapaian ini diindikasikan oleh angka kejadian dan tingkat kematian, serta proporsi tuberkulosis yang ditemukan, diobati dan disembuhkan dalam program DOTS.

Tujuan-tujuan MDGs yang telah menunjukkan kemajuan signifikan dan diharapkan dapat tercapai pada tahun 2015 (on-track) adalah:

  1. MDG 1, yaitu terdapat kemajuan yang sangat besar dari indeks kedalaman kemiskinan, proporsi tenaga kerja yang berusaha sendiri dan pekerja bebas keluarga terhadap total kesempatan kerja, dan prevalensi balita dengan berat badan rendah/kekurangan gizi.
  2. MDG 2, yaitu APM SD, proporsi murid kelas 1 yang berhasil menamatkan sekolah dasar, serta angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun, perempuan dan laki-laki yang semuanya sudah mendekati 100 persen.
  3. MDG 3, yaitu rasio APM perempuan/laki-laki di tingkat SD/MI/Paket A, SMP/MTs/Paket B, dan pendidikan tinggi yang hampir mendekati 100 persen serta kontribusi perempuan dalam pekerjaan upahan di sektor nonpertanian, dan proporsi kursi yang diduduki perempuan di DPR yang meningkat.
  4. MDG 4, yaitu penurunan yang sudah mendekati dua pertiga angka kematian neonatal, bayi, dan balita serta proporsi anak usia 1 tahun yang mendapat imunisasi campak yang meningkat pesat.
  5. MDG 5, yaitu berupa peningkatan angka pemakaian kontrasepsi bagi perempuan menikah dengan menggunakan cara modern, penurunan angka kelahiran remaja perempuan umur 15-19 tahun, peningkatan cakupan pelayanan antenatal baik 1 maupun 4 kali kunjungan, dan penurunan kebutuhan KB yang tidak terpenuhi (unmet need).
  6. MDG 6, yaitu mengendalikan penyebaran dan penurunan jumlah kasus baru HIV dan AIDS berupa peningkatan proporsi penduduk terinfeksi HIV lanjut yang memiliki akses pada obat-obatan Antiretroviral (ARV). Selain itu, pengendalian penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru malaria yang diindikasikan oleh peningkatan proporsi anak balita yang tidur dengan kelambu berinsektisida belum memadai dalam rangka menurunkan jumlah kasus baru malaria.
  7. MDG 7, yaitu berupa penurunan konsumsi bahan perusak ozon, proporsi tangkapan ikan yang tidak melebihi batas biologis yang aman, serta rasio luas kawasan lindung untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati terhadap total luas kawasan hutan dan rasio rasio kawasan lindung perairan terhadap total luas perairan teritorial yang keduanya meningkat.
  8. MDG 8, yaitu berupa keberhasilan pengembangan sistem keuangan dan perdagangan yang terbuka, berbasis peraturan, dapat diprediksi dan tidak diskriminatif yang diindikasikan oleh rasio ekspor dan impor terhadap PDB, rasio pinjaman terhadap simpanan di bank umum, dan rasio pinjaman terhadap simpanan di BPR yang semuanya meningkat pesat. Selain itu juga keberhasilan dalam menangani utang untuk dapat mengelola utang dalam jangka panjang yang diindikasikan oleh rasio pinjaman luar negeri terhadap PDB dan rasio pembayaran pokok utang dan bunga utang luar negeri terhadap penerimaan hasil ekspor yang menurun tajam.

Keberhasilan selanjutnya adalah dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, yang diindikasikan oleh peningkatan proporsi penduduk yang memiliki jaringan telepon tetap dan telepon seluler.

Tujuan-tujuan MDGs yang telah menunjukkan kemajuan namun masih diperlukan kerja keras untuk mencapainya adalah:

  1. MDG 1, yaitu berupa penurunan hingga setengahnya persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional.
  2. MDG 5, yaitu berupa penurunan hingga tiga perempatnya angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.
  3. MDG 6, yaitu mengendalikan penyebaran dan penurunan jumlah kasus baru HIV dan AIDS berupa penurunan prevalensi HIV dan AIDS, penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi, dan peningkatan proporsi penduduk usia 15-24 tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV dan AIDS, baik laki-laki maupun perempuan menikah dan belum menikah.
  4. MDG 7, yaitu berupa rasio luas kawasan tertutup pepohonan, jumlah emisi CO2, konsumsi energy primer per kapita, elastisitas energi, serta proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sumber air minum layak dan fasilitasi sanitasi dasar layak di perkotaan dan perdesaan.
  5. MDG 8, yaitu berupa peningkatan proporsi rumah tangga dengan akses internet dan kepemilikan komputer pribadi yang belum memadai.[3]

Dari laporan diatas bagi orang-orang yang kurang peduli terhadap pembangunan Indonesia dan kesejahteraan masyarakatnya maka dia akan menerima penyataan-pernyataan pemerintah tersebut. Perlu kita lihat dilapangan bagaimana data yang diberikan oleh pemerintah berbeda dengan apa yang sebenarnya terjadi dimasyarakat. Hal ini dikarenakan pemerintah yang terlalu focus terhadap angka-angka yang ditargetkan sehingga lupa untuk menelusuri apakah angka itu benar-benar angka real yang menggambarkan keadaan masyarakat. Angka yang sangat mudah dimanipulasi ini membuat laporan ini sangatlah kabur.

Dalam laporan-laporan setiap tahun yang dikeluarkan oleh BAPPENAS sejak 2005 terdapat peningkatan angka-angka setiap tahunnya tetapi hal itu tidak berbanding lurus dengan kenyataan dilapangan. Karena di Indonesia Cuma ada satu survey yang benar-benar menyeluruh yaitu sensus penduduk itupun tidak semua penduduk dapat teridentifikasi dengan baik dan hanya dilaksanakan. Hal ini menyebabkan orang-orang akan bertanya dari mana pemerintah mendapatkan angka-angka tersebut setiap tahunnya.

Selain itu MDG’s ini dianggap sebagai cara bagi para korporat besar yang berada dibelakang Negara untuk memberikan keuntungan besar. Asumsi ini berawal dari bagaimana PBB melalui program MDG’s berusaha agar Negara-negara mulai terbuka. Hal ini sangat menguntungkan bagi korporat besar, hal inilah yang paling sering disebut oleh Noam Chomsky dimana banyak korporat yang berlindung dibelakang Negara bahkan mengendalikan Negara secara tidak langsung.  Hal ini terjadi karena banyaknya agen-agen swasta terutama di Negara-negara yang sangat menjunjung demokrasi masuk dalam ranah pemerintahan. Agen-agen ini menghasut pemerintah yang berkuasa untuk melegalkan sebuah kebijakan dengan iming-iming materi.

Negara yang telah menyetujui dan meratifikasi program MDG’s ini kemudian akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target. Karena ketika sebuah Negara mendekati target program tersebut kemungkinan besar dia dapat dikategorikan sebagai Negara maju. Sehingga ketika Negara tersebut maju maka investor-investor banyak yang akan menanamkan modalnya yang membuat keuntungan besar bagi Negara. Tapi untuk mencapai program tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan modal yang cukup besar, makanya Negara-negara mulai berutang untuk membiayai program-program yang akan dijalankan berhubungan dengan target MDG’s.

Utang-utang inilah yang mengakibatkan beban terhadap sebuah Negara. Karena untuk mendapatkan utang-utang tersebut maka pemerintah harus menyetujui berbagai kesepatan yang bisa dibilang sangat pro terhadap pasar. Salah satu contoh kebijakan adalah pengurangan subisdi bagi masyarakat sehingga mencekik para masyarakat kelas menengah ke bawah.

Selain pengurangan subsidi, pemerintah harus membuka pasar seluas-luasnya. Hal inilah yang dimanfaatkan para korporat-korporat asing. Komoditas yang mereka ciptakan dapat memasuki Negara lain dengan mudah tanpa mendapatkan hambatan yang berarti dalam pajak. Sehingga kita melihat bagaimana sebuah produk dari perusahaan telah tersebar ke penjuru dunia. Keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan-perusahaan ini sangatlah besar, karena perusahaan ini membangun pabriknya dinegara berkembang dengan biaya buruh rendah dan sumber daya alam yang murah dan melimpah. Keuntungan besar ini tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan buruh dan pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan besar tersebut. Contohnya adalah Nike.

Kita melihat bahwa Indonesia dengan segala upaya berusaha mencapai tujuan dari MDG’s ini yang dianggap dapat menyejahterakan semua masyarakat Indonesia. Sayangnya niat tulus ini tidak dibarengi dengan cara yang kurang tepat. Karena Indonesia hanya mementingkan wajahnya di dunia internasional, bagaimana Negara-negara lain melihat dan menilai Indonesia berdasarkan keberhasilannya mencapai target MDG’s. hal inilah yang membuat pemerintah melakukan berbagai cara walaupun mengorbankan warganya.

 


[1] Peta Jalan Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium di Indonesia.

[2] Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia Tahun 2011

[3] Ibid.

About basribashl

Seorang yang mencoba untuk lebih memahami dunia. Seorang Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Angkatan 2011. Seorang yang ingin bertahan dalam idealisme Seorang yang ingin belajar lebih banyak Seorang yang ingin berbagi lebih banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s