Astagfirullah: Islam Jangan Dijual!

Standard

Islam merupakan salah satu agama samawi. Dalam islam dianjurkan bagi seseorang yang paham akan suatu hal diwajibkan untuk memberi tahu orang lain tentang hal tersebut (dakwah). Dakwah merupakan kewajiban atas muslim yang paham. Karena bukan hanya kaum muslimin yang diwajibkan atas hal tersebut melainkan kaum-kaum yang lain untuk memberi tahukan kepada orang lain tentang hal yang mereka yakini. Dakwah bukan hanya seputar masalah agama tapi berbagai hal yang dianggap perlu untuk diketahui oleh orang lain. Karena merupakan tanggung jawab seseorang yang paham akan suatu hal untuk memberi tahukannya kepada orang lain.

Tetapi fenomena yang kita dapatkan sekarang adalah bagaimana dakwah tersebut telah menjadi sebuah pekerjaan yang menghasilkan pundi-pundi uang. Tidak salah memang tetapi dakwah-dakwah tersebut kurang efektif. Dakwah yang dimaksud disini adalah dakwah tentang agama khususnya Islam. Di Indonesia da’i (penceramah) menjadi sebuah rutinitas (pekerjaan). Mereka para penyampai kebenaran berusaha untuk memberi mana yang haq mana yang bathil. Tapi sayangnya mereka melakukan ini bukan karena hati ikhlas. Mereka melakukan ini karena mereka ingin mendapatkan imbalan. Seperti yang kita ketahui bahwa ikhlas merupakan sifat yang tidak mengharapkan imbalan apapun, karena mereka yang memiliki sifat ini percaya bahwa apa yang disampaikannya bermanfaat kepada orang lain.

Melihat fenomena ini, benarlah apa yang dikatakan Karl Marx, bahwa agama itu adalah candu. Karl Marx menjelaskan bahwa agama hanya merupakan infrastruktur untuk mencapai suprastruktur (ekonomi). Hal ini terjadi karena Marx mempunyai pengalaman yang menjelaskan teorinya. Ayah dari Karl Marx merupakan pengacara dan Yahudi yang taat, tetapi setelah Yahudi dipandang sebelah mata oleh masyarakat, ayah Karl Marx mengalami kesulitan ekonomi karena bisnis jasa pengacaranya kurang diminati oleh masyarakat. Dari hal ini kemudian ayah Karl Marx kemudian memutuskan untuk berpindah agama ke Protestan. setelah berpindah agama, bisnis pengacara yang dilakukannya akhirnya kembali pulih dan membaik. Dari fenomena ini, kemudian Karl Marx mengambil kesimpulan bahwa agama merupakan sarana untuk mencapai ekonomi.

Hal inilah yang ditentangkan oleh Islam, dakwah diharuskan dilakukan oleh hati yang ikhlas bukan karena motif ekonomi. Inilah yang banyak dibahas dalam buku ini. Selain itu buku ini juga mempertegas bagaimana penggunaan media menambah buran makna dakwah sebenarnya. Menjadi ustadz ataupun da’i harus melalui berbagai macam kontes agar diakui oleh masyarakat. Banyak orang yang berlomba / berkompetisi untuk menjadi da’i yang terkenal. Selain menjadi da’i, para peserta ini juga mengejar uang hadiah yang diberikan oleh lomba/kompetisi tersebut. Ada banyak kompetisi seperti ini, tetapi hasilnya sangat jauh dari yang diharapkan. Para pemenangnya tidak jelas menjadi apa. Kompetisi dihadirkan bukan untuk melahirkan para penda’i yang dapat mengingatkan umat ke jalan yang pernah ditunjukkan oleh Rasulullah SAW melainkan hanya untuk menghasilkan profit.

Islam juga seharusnya menjadi agama perlawanan terhadap berbagai macam maksiat dan kesewenang-wenangan. Penda’i sekarang ini hanya dapat memberikan siraman-siraman rohani kepada para pendengar dan pengikutnya tanpa dapat memberikan solusi yang tetap. Walaupun kita tahu bahwa siraman-siraman rohani tersebut dapat menggerakkan seseorang untuk berubah, tetapi hal ini merupakan perbaikan terhadap dampak. Seharusnya Islam hadir untuk menemukan solusi terhadap akar permasalahan. Hal ini terjadi karena para penyampai-penyampai pesan kebenaran ini takut melawan. karena ketika mereka berusaha untuk mencari akar permasalah berarti mereka telah berani mengganggu tatanan sistem yang ada. Ketika mereka (orang-orang mapan dalam sistem) merasa bahwa sistem seharusnya beginilah adanya, maka akan ada benturan. Disatu sisi ada yang ingin merubah karena sistem ini sangatlah tidak adil, di satu sisi ada orang-orang yang berusaha mempertahankan kondisi sistem yang seperti ini.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca, karena akan ada banyak tambahan informasi yang didapat. Saran, agar menyaring informasi-informasi yang disampaikan. Ini bukan buku yang membahas tentang keagamaan tapi buku yang membahas peran agama ditatanan sosial sekarang yang sangat jauh dari kata sempurna (perspektif sosial). Terima kasih.

Astagfirullah  Islam Jangan Dijual

About basribashl

Seorang yang mencoba untuk lebih memahami dunia. Seorang Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Angkatan 2011. Seorang yang ingin bertahan dalam idealisme Seorang yang ingin belajar lebih banyak Seorang yang ingin berbagi lebih banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s