Tugas I Studi Kawasan Pasifik Barat Daya

Standard

Analisa Dampak Konfrontasi Jepang dengan Korea Utara

Terhadap Kawasan Pasifik Barat Daya

Jepang dan Korea Utara adalah Negara yang terletak di Asia Timur. Negara yang mempunyai hubungan yang kurang baik sejak pendudukan Jepang di Korea tahun 1910. Jepang melakukan pendudukan di negeri ini dikarenakan Impian Jepang untuk menjadi pemimpin di Asia Raya. Makanya dengan berbagai cara Jepang terus memperkuat negaranya. Salah satu cara yang dipakai Jepang adalah melakukan ekspansi ke daerah-daerah yang dapat memberikan keuntungan bagi Jepang. Korea sebenarnya telah terekploitasi sejak 1905 yang diakibatkan pendudukan beberapa perusahaan-perusahaan Jepang yang terus mengekploitasi alam dan manusia di Korea. Sejak perjanjian Aneksasi tanggal 22 Agustus 1910, maka dengan sah Jepang menjadi penguasa baru di daratan Korea. Dan mengakhiri 518 tahun kekuasaan kerajaan.

Dengan menggunakan kekuatan militernya, Jepang dengan sewenang-wenang menyiksa rakyat Korea. Mereka dipaksa untuk bekerja untuk Imperialis, tanah mereka dirampas dan tenaga mereka digunakan untuk melakukan perlawanan terhadap Negara yang ingin mengganggu kedaulatan Jepang. Hal ini berlangsung cukup lama antara tahun 1910 sampai 1945. Pada saat Perang Dunia II (1942-1945), Jepang yang terlibat konfrontasi dengan Blok Sekutu terus memeras kekayaan alam dan manusia di Korea. Mereka dipaksa untuk bekerja siang malam agar pasukan Jepang dapat bertahan dalam peperangan. Rakyat-rakyat korea dipaksa memegang senjata untuk dikirim di barisan terdepan perang. Sampai ditahun 1945, Saat Hiroshima dan Nagasaki dibombardir oleh Bom Atom Amerika Serikat, Jepang akhirnya menyerah dan menghentikan penjajahan yang dilakukannya. Sejak saat itu tanggal 15 Agustus 1945 Korea akhirnya lepas dari Jepang dan memperoleh kemerdekaan.

Kegembiraan atas kemenangan bangsa Korea tidak bertahan lama karena bangsa Korea harus menghadapi tragedi pemisahan bangsa dan tanah air. Pemisahan itu terjadi setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet masuk ke Semenanjung Korea dan masing-masing menduduki wilayah bagian selatan dan utara.

Sesuai dengan keputusan Konferensi 3 Menteri antara AS, Inggris, dan Uni Soviet di Moscow, negara-negara sekutu mencoba mendirikan pemerintahan perwakilan, baik di Korea Utara maupun di Korea Selatan selama 5 tahun di bawah pengontrolan PBB. Untuk itu AS dan US berusaha membentuk komite gabungan AS dan US di Seoul. Hal tersebut mendapat tentangan keras dari masyarakat Korea.

Di sebelah Utara Semenanjung Korea, US memberikan dukungan kepada Kim Il-Sung untuk menjalankan pemerintahannya atas Korea Utara dengan didasarkan pada pemikiran Komunis. Di belahan lain Semenanjung Korea AS memilih Rhee Syngman sebagai pemimpin Korea Selatan. Pada bulan Februari 1946 saat Kim Il-Sung membentuk Komite Rakyat sementara di Korea Utara, pada saat yang bersamaan Rhee Syngman mempersiapkan pembentukan Dewan Perwakilan Demokratis di Korea Selatan. Hal ini menyebabkan Komite gabungan AS dan US mengalami jalan buntu sehingga AS mengajukan masalah tersebut ke PBB. Dalam sidang umum PBB, diputuskan bahwa kelahiran pemerintah Korea ditetapkan melalui penyelenggaraan pemilihan umum yang diikuti oleh seluruh rakyat Korea.

Keputusan PBB tersebut segera ditindaklanjuti oleh AS dengan membentuk Komisi Sementara PBB untuk Korea (UNTCOK) sebagai pengawas pemilu. Namun Korea Utara menolak keputusan PBB tersebut dengan tidak memberi ijin kepada seluruh kegiatan delegasi PBB di wilayah Korea Utara sehingga pemilu hanya dapat berlangsung di Korea Selatan pada Mei 1948. Dari pemilu itulah lahir pemerintahan baru Republik Korea yang berlandaskan sistem demokrasi dan kapitalisme pada 15 Agustus 1948 dengan Rhee Syngman presiden pertamanya. Kemudian Korea Utara membalas dengan mengadakan pmilihan umum pada 25 Agustus 1948 yang hasilnya membentuk Republik Demokrasi Korea dengan Kim Il-Sung sebagai perdana menteri. Kedua pemerintahan tersebut mengklaim bahwa mereka adalah satu-satunya pemerintahan yang sah di Semenanjung Korea.

Pada akhir tahun 1948 US mengundurkan diri dari peranannya di Korea Utara daan diikuti AS pada Juni 1949 yang meninggalkan situasi yang sangat panas di Semenanjung Korea.

Hubungan kedua negara Korea semakin tegang akibat perang dingin antara AS dan US. Pada Juni 1950 Korea Utara menerima bantuan militer US dan secara tiba-tiba menyerang Korea Selatan. Korea Selatan yang tidak menduga akan adanya serangan militer Korea Utara terpaksa mundur dari Ibukota Seoul. PBB segera mencap Korea Utara sebagai agresor sehingga PBB segera mengirimkan pasukannya yang terdiri dari 16 negara untuk membantu Korea Selatan melawan Korea Utara dengan garis pertahanan terakhirnya di sekitar sungai Nakdong. Sedangkan Korea Utara dibantu Cina untuk menyeimbangkan kekuatannya. Campur tangan pihak luar justru membuat perang saudara ini bertambah tegang.

Setelah 3 tahun terlibat peperangan yang sengit, kedua negara Korea ini akhirnya sepakat untuk menandatangani perjanjian gencatan senjata pada Juli 1953 dan Perang Korea berakhir. Namun akibat perang tersebut masih terasa sampai saat ini ada ketegangan dan pertentangan antar Korea.

Ketegangan-ketegangan itulah yang terjadi sampai sekarang. Karena perselisihan dengan Korea Selatan, akhirnya Korea Utara mempersenjatai Negara dengan nuklir. Selain sebagai pembangkit listrik, nuklir tersebut bisa digunakan sebagai senjata penghancur. Korea Utara terus melakukan uji coba untuk menguji efektifitas dari senjatanya. Hal inilah yang membuat Jepang menjadi resah. Bahkan PBB mengecam uji coba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara, kecaman ini tidak membuat Korea Utara bergeming. Konfrontasi dengan Korea Selatan semakin menjadi-jadi ditambah lagi keterlibatan Amerika Serikat. Hal ini membuat Korea Utara menjadi sangat geram.

Dan pada tanggal 30 Maret 2013 Korea Utara menyatakan dalam kondisi Perang dengan Korea Selatan. Hal ini membuat geger dunia Internasional. Amerika Serikat yang mempunyai pakta pertahanan dengan Korea Selatan mau tidak mau terikut dalam konfrontasi ini. Begitupun dengan Jepang, Bahkan Korea Utara mengatakan akan memborbardir pangkalan Amerika Serikat di Okinawa, Guam dan Hawai. Hal ini tidak membuat Jepang mundur, Jepang justru kembali mengecam tindakan yang akan dilakukan oleh Korea Utara. Bahkan Jepang yang justru menjadi lawan konfrontasi Korea Utara yang baru. Sejak Rudal Musudan yang mempunyai kisaran jarak sekitara 1.875 mil dipersiapkan oleh Korea Utara. Jepang tidak tinggal diam, dikarenakan Rudal ini dapat menjangkau Korea Selatan, Jepang dan Pangkalan AS di Guam (Pasifik). Maka dari itu Jepang kemudian menempatkan dua misilnya (Patriot Advanced Capability-3 / PAC-3) untuk menjatuhkan atau menghancurkan misil yang diarahkan ke Jepang. Misil ini disiagakan di halaman Kementrian Pertahanan di Tokyo.

Seperti yang kita ketahui bahwa Korea Utara bisa dibilang Negara yang cukup irrasional. Karena masyarakat disana yang menganggap pemimpin adalah dewa. Maka rakyat rela mati untuk mempertahankan apa yang dikatakan pemimpinnya. Korea Utara berbeda dengan Negara lain seperti Cina, Rusia dan Iran yang terus menggembar-gemborkan akan mengalahkan Amerika Serikat tetapi belum dilaksanakan karena mereka berpikir banyak sebelum melakukan hal tersebut. Korea Utara justru karena ketidak rasionalannya, maka dapat dengan tiba-tiba memborbardir Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Diplomasi yang dilakukan Cina dan Rusia pun belum dapat menghentikan niat dari Korea Utara. Ketika Korea Utara melakukan aksinya, pertama-tama kemungkinan besar dia akan menyerang Korea Selatan dan Jepang. Hal ini membuat Amerika Serikat tidak tinggal diam dan memberikan perlawanan terhadap Korea Utara. Cina dan Rusia yang mempunyai Pakta Pertahanan dengan Korea Utara akhirnya terlibat dalam perang tersebut. Keterlibatan Cina dan Rusia ini mengakibatkan Negara sekutu Amerika Serikat di Asia Timur akan hancur berantakan terutama Korea Selatan dan Jepang.

Amerika Serikat akhirnya memundurkan pasukannya sampai di Guam (Pasifik) untuk memperoleh bantuan yang lebih banyak dari Negara-negara sekutu. Blok Korea Utara yang berhasil memukul mundur Amerika Serikat dari Korea Selatan dan Jepang akhirnya melancarkan serangan langsung ke Amerika Serikat. Kemungkinan perang yang akan terjadi ini merupakan Perang Dunia Ketiga. Perang ini kemungkinan akan terjadi di kawasan Pasifik tepatnya di Guam. Dimana terdapat pangkalan Amerika Serikat yang cukup besar disana. Asumsi pertama, jika Korea Utara dan kawan-kawan dapat mengambil alih Guam, untuk menyerang Amerika Serikat secara langsung harus kembali mengatur strategi untuk melewati Pangkalan Amerika Serikat yang lain di Hawai.

Kedua tempat ini, Guam dan Hawai merupakan Negara yang berada di Kawasan Pasifik, jika terjadi konfrontasi di daerah ini, pasti akan mengganggu kestabilan Negara-negara kecil yang berada di kawasan ini. Perekonomian akan jatuh yang diakibatkan oleh perang. Kemungkinan Negara-negara kecil akan tenggelam dikarena bom-bom yang dijatuhkan oleh Negara-negara yang berperang menyebabkan ombak besar yang membuat Negara seperti Fiji dan Vanuatu akan terkena ombak besar yang akan menghancurkan Negara-negara tersebut. Orang-orang di negara-negara di kawasan Pasifik tersebut akan mencari suaka ke Negara-negara yang tidak terkena dampak dari perang. Dan akhirnya kawasan pasifik barat daya akan menjadi medan pertempuran antara Korea Utara dan kawan-kawan dengan Amerika Serikat beserta sekutu.

Diatas merupakan analisis yang akan terjadi jika konfrontasi Korea Utara dengan Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat tidak dapat diatasi. Hal tersebut justru akan menjadi kemunduran bagi dunia internasional yang telah susah payah mempertahankan kedamaian di dunia. Banyak korban jiwa yang akan jatuh akibat perang yang akan terjadi tersebut. Dan akan sangat susah untuk membangun kembali dampak yang terjadi dari perang tersebut. Dan ketakutan yang paling terbesar adalah kita tidak dapat lagi menikmati keindahan alam yang disajikan oleh Negara-negara Kawasan Pasifik Barat Daya, karena Negara-negara tersebut telah hancur dan tenggalam diakibatkan perang besar yang akan terjadi.

Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi. Sangat mudah untuk memulai perang, tapi akan sangat susah untuk menyembuhkan dan menghapus luka-luka yang diakibatkan oleh perang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s