Sejarah Kalender Masehi

Standard

Ketika seseorang bertanya, “tanggal berapa sekarang?” maka fikiran kita akan merespon pertanyaan itu dan langsung menyebut tanggal dalam kalender Masehi. Tapi, tahukah kalian sejarah kalender masehi? Apakah kalian percaya bahwa dulunya bulan bukan berjumlah 12. Bagi yang penasaran, kita telusuri sejarah dari kalender Masehi.

Pada zaman Romawi kuno, bulan hanya berjumlah 10 bukan 12, karena ketika musim dingin tiba bertani sehingga tidak dimasukkan dalam hitungan kalender. Jadi perhitungan bulan mereka, berdasarkan siklus pertanian karena seperti yang kita tahu pertanian pada masa itu merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Dengan penetapan kalender tersebut, mereka dapat mengawasi kapan mereka menanam, dan kapan mereka memanen.

Kalender-kalender tersebut dipahat dan kemudian disebarkan di daerah-daerah jajahan romawi.

  1. Martius (31)
  2. Aprilis (30)
  3. Maius (31)
  4. Junius (30)
  5. Quintilis (31)
  6. Sextilis (30)
  7. Septalis (31)
  8. Octolis (31)
  9. Novelis (30)
  10. Decemberis (31)

Namun, 61 hari lain yang merupakan musim dingin tidak dicantumkan didalam kalender tersebut. Pada masa itulah muncul seorang yang bernama Numa Numae Pompilus yang mengadakan sedikit pembaharuan dalam kalender tersebut. Dia juga merupakan orang yang pertama kali mendirikan Institusi Pontiface (Kepala Agama).

Dia merupakan seorang penganut agama yang taat, sehingga dia berpendapat bahwa harus ada kalender yang digunakan bukan hanya untuk bertani tetapi untuk beribadah juga. Setelah dipertimbangkan dia membutuhkan informasi tentang kapan tanggal 2 minggu sebelum musim dingin berakhir untuk mengadakan ritual penyambutan musim semi. Akhirnya, ditambahakan 2 bulan yaitu Ianuarius dan Februarius. Ianuarius berjumlah 29 hari dan februarius hanya berjumlah 28 hari. Jadi total dalam 1 tahun saat itu adalah 355.

  1. Martius (31 days)
  2. Aprilis (29 days)
  3. Maius (31 days)
  4. Junius (29 days)
  5. Quintilis (31 days)
  6. Sextilis (29 days)
  7. September (29 days)
  8. October (31 days)
  9. November (29 days)
  10. December (29 days)
  11. Ianuarius (29 days)
  12. Februarius (28 days)

Sekarang, seperti yang kita tahu bahwa sistem kalender dibuat berdasarkan pengamatan manusia terhadap muculnya bulan atau matahari. Dalam kasus Romawi dua-duanya dipakai.
Romawi mendasarkan perhitungan kalendarnya terhadap perhitungan kalendar Yunani
dan Yunani tidak menggunakan matahari dan bulan tetapi berdasarkan kemunculan bintang Sirius.
Sayangnya kemudian rada kacau. Para astronomer yang ditugaskan utnuk memperhatikan gerak matahari, bulan dan konstelasi menjadi tidak sinkron dengan perhitungan kalendar dan perayaan keagamaan menjadi rancu dan tidak tetap setiap tahunnya.

Jadi diadakan bulan baru yaitu bulan ke 13 yang disebut Marcedonius yang jumlahnya 27 hari.  Jadi saat itu jumlah hari dalam 1 thn bisa menjadi 378 hari. Jadi setiap 2 thn sekali, bulan ini akan disisipkan dan menyebabkan rata-rata hari dalam 1 tahun adalah 366 hari dan itu sama dengan 1 tahun solar year.

Tapi, penyisipan bulan ini adalah menjadi hak Pontifex maximus dan karena sering kali terjadi penyalah gunaan hak-hak ini dalam politik Romawi seperti penambahan bulan Marcedonius ini 2 bahkan 4 kali berturut untuk memperpanjang masa jabatan seorang consul dan kemudian selama 4 tahun berikutnya tidak ada penambahan, maka hal ini sering membuat kacau perhitungan gaji, dan juga masa jabatan seseorang.

Karena kekacauan tersebut maka Jilius Cesar (45 SM) mereformasi kalender tersebut dan menghilangkan Marcedonius, sehingga pada masa itu kalender kembali lagi menjadi 12 bulan

  1. Ianuarius,
  2. Februarius,
  3. Martius,
  4. Aprilis,
  5. Maius,
  6. Iunius,
  7. Quintilis,
  8. Sextilis,
  9. September,
  10. October,
  11. November,
  12. December,

Januari dipilih sebagai bulan pertama karena diambil dari nama dewa romawi Janus yaitu dewa penjaga gerbang olympus. Janus menurut mitologi Romawi kuno merupakan dewa yang mempunyai 2 wajah, 1 menghadap kebelakang dan satunya lagi menghadap kedepan. Sehingga Januari disebut sebagai bulan perpisahan (masa lalu) dan bulan memulai suatu hal yang baru (masa depan). Jad, bulan ini diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.

Dan juga karena 1 januari jatuh pada puncak musim dingin, maka disaat itu biasanya pemilihan consul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur dan semua senat dapat berkumpul untuk memilih konsul, dan dibulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru.

Bulan Februarius sendiri berasal dari festival purification dari Roma. Bulan Martius, pada bulan itu banyak peperangan yang dimenangkan sehingga bulan ini diberikan dengan nama Martius untuk penghormatan pada dewa Mars (dewa perang yunani).

Awalnya bulan juli adalah bulan kelima dalam kalender dan disebut Quintilis, yang berarti yang ke lima.  Bulan ini memiliki 30 hari.  Ketika terjadi penambahan dua bulan oleh Numa Pompilius​ dan pergeseran bulan oleh Julius Caesar maka bulan ini menjadi bulan ke tujuh, dan jumlah harinya pun ikut berubah menjadi 31 hari.  Untuk menghormati Julis Caesar​, nama bulan ini kemudian diubah menjadi Julius. Julius Caesar sendiri lahir pada tanggal 12.

Kaisar Augustus sangat berperan dalam sejarah bulan ini, bangsa Romawi dulu menyebut bulan ini dengan sextilis yang berarti ke enam.  Mereka kemudia mengubah namanya menjadi Augustus untuk menghormati pengganti kaisar Julius.  Bulan ini dipilih oleh Kaisar Augustus karena dia merasa selalu beruntung dibulan ini (waktu itu Sextilis) Karena ia tidak mau bulannya memiliki jumlah hari yang lebih pendek dari Julius Caesar maka ia “mencuri” satu hari dari bulan Februari dan menyebabkan bulan Agustus berjumlah 31 hari dan Februari berjumlah 28 hari.

Kalender Masehi tidak sampe disini, Julius Cesar pada tahun 47 sebelum masehi menetapkan kalender sebagai berikut :

  1. Satu tahun berumur 365 hari dengan kelebihan 6 jam setiap tahun
  2. Setiap tahun yang keempat atau angkanya habis dibagi 4 maka umurnya menjadi 366 hari disebut tahun kabisat (tahun panjang), sedangkan tahun biasa (non kabisat atau tahun pendek) berumur 365 hari. Cara menetapkannya ialah apabila tahun tersebut habis dibagi 4 berarti tahun kabisat. Misalnya tahun 1995 : 4 = 498,7 bukan tahun kabisat sedangkan tahun 1996 : 4 = 499 adalah tahun kabisat.

Perkembangan selanjutnya pada abad ke-16 terjadi pergeseran dari biasanya yaitu musim semi yang biasanya jatuh pada tanggal 21 Maret telah maju jauh, maka dilakukan suatu koreksi. Apabila sebelum perhitungan satu tahun adalah 365,25 hari maka sejak saat itu satu tahun menjadi 365,2425 hari. Itu berdasar pada perhitungan bahwa revolusi bumi bukan 365 hari lebih 6 jam tetapi tepatnya 365 hari 5 jam 56 menit atau 365 hari lebih 6 jam kurang 4 menit.

Oleh sebab itu pada tanggal 21 Maret 1582 terjadi pergeseran sehingga awal musim semi jatuhnya lebih maju di Eropa. Untuk koreksi akibat adanya pembulatan 4 menit selama 15 abad tersebut maka Paus Gregorius XIII menetapkan sebagai berikut :

  1. Setiap tahun tang habis dibagi 100 meskipun habis dibagi 4 yang menurut ketentuan sebelumnya adalah tahun kabisat tidak lagi menjadi tahun kabisat. Hal itu karena pembulatan satu hari untuk tahun kabisat setiap 4 tahun tersebut mendahului beberapa menit dari sebenarnya, maka diadakan pembulatan lagi pada setiap 100 tahun.
  2. Setiap 400 tahun sekali diadakan pembulatan satu hari, jadi meski habis dibagi 100 maka tetap menjadi tahun kabisat. Dasar perhitungannya adalah dengan kelebihan 4 menit setahun maka 400 tahun menjadi 1600 menit = 26 jam 40 menit.
  3. Untuk menghilangkan kelebihan dari pembulatan yang telah terjadi sebelumnya maka dilakukan pemotongan hari, yaitu sesudah tanggal 4 Oktober 1582, hari berikutnya langsung menjadi tanggal 15 Oktober 1582. jadi tanggal 5 – 14 Oktober 1582 (selama 10 hari) tidak pernah ada dalam penanggalan Masehi.

Dengan dasar perhitungan koreksi tersebut maka sejak tahun 1600 sampai 2000 terjadi koreksi 3 kali yaitu tahun 1700, 1800 dan 1900. Hal ini adalah karena sesuai ketentuan sebelum tahun 1582 setiap tahun habis dibagi 4 adalah tahun kabisat. Namun sejak tahun 1582 berlaku ketentuan baru bahwa setiap tahun yang habis dibagi 100 tidak menjadi tahun kabisat kecuali untuk tahun yang habis dibagi 400. Dengan demikian tahun 1600 dan 2000 tetap tahun kabisat karena habis dibagi 400. tahun yang habis dibagi 4 yang tidak menjadi tahun kabisat untuk masa setelah tahun 2000 adalah tahun 2010, 2200, 2300 sedangkan tahun 2400 tetap tahun kabisat karena habis dibagi 400.

Kesimpulan yang bisa didapat pada perjalanan tahun Masehi dari tahun 1 – 2000 adalah :

  • tahun 1 – 1582 semua tahun yang habis dibagi 4 adalah tahun kabisat
  • tanggal 5 – 15 Oktober 1582 tidak pernah ada dalam kalender penanggalan
  • tahun 1700, 1800, 1900 bukan merupakan tahun kabisat (3 tahun terjadi koreksi 3 hari)

Siklus tahun Masehi adalah 4 tahunan untuk siklus kecil (4 X 365) + 1 = 1461 hari sedangkan siklus besarnya setiap 400 tahun (100 X 1461) – 3 = 146097. Bulan Februari pada tahun biasa (bukan kabisat) berumur 28 hari sedang pada bulan tahun kabisat berumur 29 hari. Bulan yang berumur 31 hari adalah bulan Januari, Maret, Mei, Juli, Agustus, Oktober dan Desember. Bulan yang berumur 30 hari ialah bulan April, Juni, September dan Nopember.

Setelah kita tahu tentang sejarah panjang dari kalender Masehi, pertanyaan kita selanjutnya, fenomena apa yang terjadi pada tahun pertama masehi. Jeng-jeng, menurut penganut Nasrani, tahun pertama masehi merupakan tahun kelahiran Nabi Isa (Yesus Kristus).

Sekian, mudah-mudahan dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita.

About basribashl

Seorang yang mencoba untuk lebih memahami dunia. Seorang Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Angkatan 2011. Seorang yang ingin bertahan dalam idealisme Seorang yang ingin belajar lebih banyak Seorang yang ingin berbagi lebih banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s