Tugas I Globalisasi

Standard

Globalisasi

Pengertian, Dinamika dan Dampak

Globalisasi merupakan kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita terutama dikalangan akademisi. Semua Negara berpacu agar tidak ketinggalan dari Negara lain, persaingan ini terjadi karena globalisasi. Globalisasi merupakan konsep yang digunakan untuk menjelaskan proses keterkaitan dunia saat ini. Tapi globalisasi tidak sedangkal itu, banyak persepktif yang mencoba untuk menelanjangi globalisasi.

Globalisasi ini seperti gajah di dalam hujan, para ilmuan bagaikan orang buta yang ingin mengetahui bentuk gajah. Ilmuan pertama mengatakan gajah itu seperti kipas karena dia memegang telinga sang gajah. Ilmuan kedua mengatakan bahwa gajah itu seperti cambuk karena dia memegang ekor gajah. Ilmuan ketiga mengatakan gajah itu seperti ular karena dia memegang belalai sang gajah. Ilmuan keempat mengatakan bahwa gajah itu seperti tiang yang tinggi menjulang karena dia memegang kaki sang gajah. Begitu para ilmuan berusaha untuk mencari tahu bagaimana bentuk gajah (globalisasi) sebenarnya. Mereka menggunakan perspektif-perspektif yang mereka yakini. Tidak salah sebenarnya tetapi alangkah lebih baik jika para ilmuan ini menghilangkan egonya dan berusaha bercerita dengan ilmuan lagi bagaimana gajah (globalisasi) itu sebenarnya.

Globalisasi sendiri dalam buku Globalism (Manfred B. Steger) terbagi menjadi 4 perspektif besar, pertama globalisasi sebagai globaloney (mitos), kedua globalisasi sebagai proses Ekonomi, ketiga globalisasi sebagai proses politik dan globalisasi sebagai proses cultural.

Paham pendukung utopia pasar abad ke-19 akhirnya terjadi dengan bentuk dan konsep baru yaitu globalisasi walaupun tetap dalam globalisasi tersebut sangat menjunjung paham neoliberalisme. Penyebaran konsep dan paham globalisasi sangat didukung oleh Negara-negara maju, contohnya Inggris dan AS. Akhir 1980-an, Perdana Menteri Inggris Margareth Thatcher dan Presiden AS Ronald Reagen sempat mengeluarkan pameo “There Is No Alternative”. Hal ini memberi tahukan kepada seluruh dunia bahwa tidak ada alternative lain selain globalisasi yang berarti globalisasi merupakan hal yang tak dapat terhindarkan.

Untuk membahas lebih jauh tentang globalisasi kita akan mengupas dari empat perspektif diatas. Pertama, Globalisasi adalah suatu mitos yang digembar-gemborkan oleh Negara-negara maju dengan tujuan tertentu. Sebut saja, penggunaan kata globalisasi yang sangat dangkal. Menurut Susan Strange, globalisasi sering sekali di kaitkan mulai dari hamburger sampai internet. Menurutnya konsep ini merupakan konsep yang sangat dangkal yang sangat menyedihkan jika digunakan oleh para ilmuan.

Banyak orang yang mengatakan bahwa proses yang terjadi sekarang merupakan keterikatan ekonomi yang mengglobal, tapi menurut Paul Hirst dan Graham Thompson hal yang mengglobal yang dimaksud tidak benar-benar mengglobal. Hal ini dikarenakan proses ekonomi yang intens hanya terjadi dinegara-negara maju saja. Bahkan Paul Krugman membantah orang yang mengatakan bahwa proses ekonomi yang terjadi sekarang merupakan puncak dari segala transaksi ekonomi. Paul krugman mengatakan bahwa proses ekonomi lebih intens dan melibatkan lebih banyak barang dan jasa sebelum terjadinya Perang Dunia. Globalisasi hanya berusaha untuk mengembalikan kembali interaksi ekonomi yang terjadi pada masa itu.

Kedua, globalisasi sebagai proses ekonomi. Globalisasi mulai memperkuat interaksi ekonomi, Negara-negara diharuskan berkembang karena tidak ingin Negaranya kalah ketika system ekonomi internasional dibuka tanpa hambatan-hambatan. Jika Negara tidak menganggapi hal ini maka Negara tersebut hanya akan menjadi korban dari ekspansi pasar negara besar. Bentuk-bentuk system terbuka (persaingan) ini muncul setelah adanya Breton Woods (IMF< GATT/WTO, WB). Selain itu, globalisasi dapat dilihat dari banyaknya system ekonomi regional-regional untuk mendukung system ekonomi global.

Ketiga, Globalisasi sebagai proses politik. Susan Strange mengatakan bahwa globalisasi meronrong kekuasaan Negara. Hal ini dicirikan dengan berpindahnya kekuasaan institusi Negara ke perusahaan-perusahaan dan actor-aktor non Negara. Seperti yang kita ketahui bahwa barang-barang tidak lagi diproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sebuah Negara. Melainkan diproduksi oleh beberapa Negara kemudian ditawarkan di pasar bebas. Hal ini yang menyebabkan kekuasaan Negara tergerus.

Keempat, Globalisasi sebagai proses sosial-kultural. Salah satu dari pemikir dari perspektif ini adalah Anthony Giddens. Anthony mengatakan globalisasi bukan hanya proses rumit yang bergerak dalam tataran ekonomi tetapi juga menyinggung tataran kehidupan. Contoh yang paling nyata adalah kita lebih mengetahui wajah idola kita dibandingkan wajah tetangga didekat rumah kita. Atau kita lebih mementingkan gadget kita dibandingkan tetangga kita yang mengalami kecelakaan. Peningkatan interaksi maya ini yang menyebabkan proses interaksi langsung kita tergerus. Kita bagaikan alien di masyarakat. Tiap orang hanya sibuk dengan gadgetnya.

Dinamika Globalisasi

Banyak orang mengatakan bahwa globalisasi adalah sesuatu yang baru, tetapi Manfred B. Steger mengatakan bahwa globalisasi adalah bentuk filosofi lama yang dikemas ulang. Globalisasi merupakan metafora bagi kelompok pendukung utopia pasar abad ke-19 untuk pandangan neoliberal mereka. Kredo (paham) inti neoliberalisme meliputi prioritas pertumbuhan ekonomi, pentingnya perdagangan bebas untuk merangsang pertumbuhan, pasar bebas yang tak terbatas, pilihan individual, pemangkasan regulasi pemerintah, dan dukungan pada model pembangunan social yang evolusioner sesuai dengan pengalaman Barat yang diyakini dapat diterapkan diseluruh dunia.

Berbicara tentang sejarah globalisasi kita akan memulainya ke zaman kerajaan dimana pada saat itu banyak pedagang yang melakukan perjalanan jauh untuk memperjual belikan barang dagangannya. Jalur yang diminati oleh pedagang adalah melalui jalur darat (sutera) yang menghubungkan Eropa dan Asia tetapi karena jalur tersebut menjadi tidak aman. Para pedagang tersebut mencari alternative baru yaitu melalui jalur laut. Melalui jalur laut inilah, mulai ditemukan tempat-tempat baru yang pada awalnya dijadikan pasar. Karena tempat-tempat ini memberikan keutungan lebih, maka tempat-tempat tersebut diduduki untuk dirampas kekayaan sumber dayanya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Hal ini berlangsung selama era kerajaan.

Setelah era kerajaan mulai luntur yang ditandai dengan perjanjian wesphalia. Kerajaan-kerajaan ini berubah bentuk menjadi sebuah Negara. Karena Negara adalah bentuk baru dari kerajaan maka tetap harus mempertahankan ide-ide awalnya yang niscaya seperti berdagang. Maka Negara-negarapun melakukan berbagai cara untuk melakukan kegiatan ekonomi yang melewati batas-batas yurisdiksinya. Hal ini berlangsung dan mencapai puncaknya pada tahun-tahun sebelum perang dunia dimulai. Bahkan menurut Paul Krugman, proses interaksi ekonomi (barang dan jasa) mencapai titik tertinggi di Eropa tahun 1913. Tetapi karena perang dunia yang terjadi yang melibatkan banyak Negara, proses interaksi ekonomi tersebut kemudian putus. Dan globalisasi lah yang mulai memulihkan interaksi tersebut dibantu oleh teknologi informasi yang sangat berkembang pesat.

 

Dampak Globalisasi

Globalisasi memberikan dampak yang tidak sedikit bagi kehidupan manusia. Dari bidang ekonomi banyak dampak yang dihasilkan baik positif maupun negative.

Dampak Positif

  1. Dapat memperluas pasar untuk memproduksi barang dalam negeri hingga ke luar negeri
  2. Menigkatkan kesempatan kerja dan menambah devisa Negara
  3. Mendorong masyarakat untuk belomba lomba menghasilkan produk berkualitas tinggi
  4. Memudahkan memperoleh tambahan modal, baik dari dalam maupun luar negeri

Dampak Negatif

  1. Beberapa usaha kecil akan tersingkir oleh usaha yang bermodal besar
  2. Akibat adanya pasar bebas, dapat mengancam produk dalam negeri yang mayoritas kualitasnya jauh dibawah produk luar negeri
  3. Membuka masuk untuk investasi luar negeri yang  juga berpotensi dapat menguasai perekonomian dalam negeri yang tentu saja akan memperburuk kondisi perekonomian.
  4. Memperlebar kesenjangan antara perekonomian Negara maju dan Negara berkembang

Bidang Politik

Dampak Positif

  1. Pemerintahan dijalankan dengan terbuka ( transparan ).
  2. Meningkatkan partisipasi rakyat dalam pemerintahan.
  3. Mendorong kreativitas rakyat sehingga menjadi alat control dan pengawas yang efektif untuk mengawasi pemerintahan.
  4. Semakin banyaknya organisasi nonpemerintah, partai politik, dan LSM yang menyuarakan HAM dan aspires rakyat
  5. Terbukanya kesempatan untuk belajar dari Negara lain terkait dengan kebijakan politik yang telah sukses mereka  diterapkan.

Dampak Negatif

  1. Semakin lunturnya nilai – nilai politik yang telah mendasar yang berdasarkan kekeluargaan, musyawarah mufakat dan gotong royong.
  2. Semakin menguatnya nilai – nilai politik yang berdasar semangat individualis, kelompok dan tirani minoritas
  3. Penyebaran nilai – nilai politik barat yang cenderung anarkis tanpa mementingkan kepentingan umum.

Bidang Sosial dan Budaya

Dampak positif

  1. Memajukan pola pikir masyarakat
  2. Meningkatkan etos kerja, disiplin dan jiwa kemandirian
  3. Mudahnya mengadopsi budaya budaya yang baik dari Negara lain

Dampak negative

  1. Mudahnya masuk budaya dari luar yang tidak sesuai dengan budaya Negara asal
  2. Luturnya semangat dan nilai – nilai yang telah mengakar
  3. Merusak moral bangsa akibat dari kurang nya penyaringan dari budaya yang masuk
  4. Menumbuhkan beberapa gaya hidup yang kurang baik, seperti ; konsummerisme (konsumsi berlebihan), pragtisme (melakukan kegitatan yang bermanfaat saja), hedonisme (mengutamakan kepentingan dunia saja) dan individualisme (mengutamakan kepentikan diri sendiri).
About these ads

About basribashl

Seorang yang mencoba untuk lebih memahami dunia. Seorang Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Angkatan 2011. Seorang yang ingin bertahan dalam idealisme Seorang yang ingin belajar lebih banyak Seorang yang ingin berbagi lebih banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s